Dalam dunia investasi kripto, terutama Bitcoin, banyak trader pemula yang terjebak pada euforia harga tanpa memahami strategi yang tepat. Padahal, memahami teknik trading sangat penting agar keputusan investasi tidak hanya berdasarkan emosi, tetapi juga analisis dan manajemen risiko yang matang.
Harga Bitcoin yang dikenal dengan volatilitas tinggi memberikan peluang besar untuk mendapatkan keuntungan dalam waktu singkat, namun juga memiliki risiko besar. Karena itu, penting bagi setiap trader untuk mengenal berbagai teknik trading ini sebelum mulai melakukan transaksi atau cara beli Bitcoin di platform exchange seperti OKX.
4 Teknik Trading Bitcoin
1. Day Trading
Day Trading adalah teknik dimana trader membuka dan menutup posisi dalam satu hari yang sama. Tujuannya adalah memanfaatkan fluktuasi harga jangka pendek.
Trader day trading biasanya menggunakan grafik 5 menit, 15 menit, atau 1 jam untuk mencari peluang. Mereka memanfaatkan analisis teknikal seperti candlestick pattern, support-resistance, serta indikator seperti RSI atau MACD.
Kelebihan dari teknik ini adalah peluang profit yang cepat, namun membutuhkan waktu dan fokus penuh. Trader harus memantau pergerakan harga secara aktif agar tidak kehilangan momentum pasar.
2. Scalping
Scalping merupakan teknik trading jangka sangat pendek dengan tujuan meraih keuntungan kecil namun sering. Trader scalper bisa membuka dan menutup posisi dalam hitungan menit, bahkan detik.
Biasanya, scalping dilakukan pada pasar dengan likuiditas tinggi seperti Bitcoin. Trader mencari pergerakan harga kecil sebanyak mungkin dalam sehari. Strategi ini menuntut kecepatan eksekusi tinggi, koneksi internet stabil, dan emosi yang terkontrol.
Meski terlihat mudah karena profit didapat berkali-kali, teknik ini justru sangat melelahkan dan tidak disarankan bagi pemula tanpa pengalaman dan manajemen risiko yang kuat.
3. Swing Trading
Swing Trading cocok bagi mereka yang tidak ingin terus-menerus memantau grafik. Teknik ini berfokus pada pergerakan harga jangka menengah, biasanya dari beberapa hari hingga beberapa minggu.
Trader swing mencari titik pembalikan harga (reversal point) menggunakan analisis teknikal dan fundamental. Mereka mengandalkan pola grafik seperti head and shoulders, double bottom, atau trendline breakout.
Kelebihan swing trading adalah waktu yang lebih fleksibel dibanding day trading, serta potensi profit yang lebih besar karena menunggu pergerakan harga signifikan. Namun, risikonya tetap ada bila tren pasar berbalik arah secara tiba-tiba.
4. Position Trading
Position Trading adalah teknik jangka panjang dimana trader menahan aset Bitcoin selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Teknik ini lebih mirip seperti investasi daripada trading aktif.
Trader position biasanya percaya pada fundamental Bitcoin dan menilai aset ini akan naik nilainya dimasa depan. Mereka tidak terlalu peduli dengan fluktuasi harian dan lebih fokus pada tren besar (macro trend).
Kelebihan teknik ini adalah cocok untuk orang dengan waktu terbatas dan tidak ingin stres menghadapi volatilitas harian. Namun kekurangannya, butuh kesabaran tinggi serta modal yang cukup besar untuk menahan fluktuasi jangka panjang.
Kesimpulan
Tidak ada teknik trading Bitcoin yang paling benar, semuanya bergantung pada style Anda, modal, dan toleransi risiko masing-masing trader. Bagi pemula, penting untuk memahami dasar-dasar analisis teknikal dan fundamental, serta mencoba akun demo sebelum benar-benar terjun ke dunia Bitcoin.

